Februari 23, 2026

Perjuangan Mahasiswa Berbuah Hasil, SDN 311 Sampuran Ranto Baek Kini Kembali Berdiri

Mandailing Natal Pelindungnegeri.my.id
Perjuangan panjang mahasiswa dan masyarakat Kecamatan Ranto Baek akhirnya membuahkan hasil. SDN 311 Sampuran yang sebelumnya hangus terbakar pada 1 Januari 2024 sekitar pukul 20.00 WIB, kini telah resmi dibangun kembali oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.

Kebakaran yang terjadi dua tahun lalu itu menghanguskan seluruh bangunan sekolah yang merupakan satu-satunya fasilitas pendidikan dasar di Desa Sampuran. Akibatnya, proses belajar-mengajar sempat terganggu dan para siswa terpaksa menempuh pendidikan dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa Kecamatan Ranto Baek tidak tinggal diam. Mereka mengambil peran sebagai penyambung suara masyarakat dengan menyampaikan aspirasi secara resmi kepada Bupati Mandailing Natal, DPRD, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal. Penyampaian dilakukan melalui surat tertulis hingga aksi penyampaian pendapat secara damai.

Bagi mahasiswa, pendidikan adalah hak dasar yang tidak boleh terabaikan dalam kondisi apa pun.

Perwakilan mahasiswa Ranto Baek, Ketua Mahasiswa Ranto Baek Ahmad Apandi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas telah terealisasinya pembangunan kembali SDN 311 Sampuran.

“Alhamdulillah, hari ini SDN 311 Sampuran sudah kembali berdiri. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Bupati, DPRD, dan Dinas Pendidikan yang telah merespons aspirasi kami. Ini bukti bahwa suara mahasiswa dan masyarakat bisa didengar ketika disampaikan dengan cara yang baik dan bertanggung jawab,” ujarnya kepada awak media, Rabu (11/02/2026).

Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa bukanlah bentuk perlawanan semata, melainkan wujud kepedulian terhadap masa depan generasi muda di Ranto Baek. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat harus terus dijaga demi kemajuan pendidikan di daerah.

Dengan berdirinya kembali SDN 311 Sampuran, masyarakat kini dapat kembali menatap masa depan pendidikan anak-anak desa dengan lebih optimistis.

Mahasiswa Kecamatan Ranto Baek berharap momentum ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi, kepedulian, dan komitmen bersama adalah kunci dalam menjawab persoalan-persoalan publik, khususnya di sektor pendidikan.

(Jasuti)

Berita Terkait