Februari 26, 2026

Dari Buruh Pabrik ke Dunia Pers: Kisah Keteguhan A. Qosim Menapaki Jalan Jurnalistik

 

KARAWANG, JAWA BARAT — PelindungNegeri.my.id – Perjalanan hidup kerap bergerak di luar rencana manusia. Tanpa latar belakang jurnalistik, hanya berbekal keyakinan dan keberanian, seorang mantan pekerja pabrik berhasil mengubah arah hidupnya dan menapaki dunia pers nasional. Kisah inspiratif ini dialami A. Qosim, yang kini dikenal sebagai pelaku dan pendiri media online, Kamis (29/1/2026).

Langkah panjang itu bermula pada 1992, saat A. Qosim memutuskan mengakhiri masa kerjanya di PT Gajah Tunggal, Tangerang. Tak lama berselang, ia melanjutkan pengabdian di PT Mulia Keramik Indah Raya (MKIR), Cikarang. Selama 21 tahun bekerja, ia menempa diri dalam berbagai dinamika dunia industri, bahkan dipercaya memimpin sebagai Leader grup kerja selama 15 tahun.

Keputusan berhenti bekerja diambil secara sadar. Perusahaan melepasnya dengan penuh penghargaan, imbalan yang layak, serta piagam pengabdian sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan dedikasi panjangnya.

Masa pasca-pabrik bukanlah masa menyerah. A. Qosim mencoba berbagai jalan hidup, mulai dari berdagang keliling, menjadi pengemudi katering di kawasan industri KIM dan KIIC, hingga beternak burung kenari. Hingga akhirnya, takdir membawanya ke sebuah dunia yang sama sekali baru: jurnalistik.

Langkah awalnya dimulai bersama media online GELARNEWS.com. Dari nol, ia belajar menulis berita, menyunting naskah, hingga membangun jejaring informasi. Setahun penuh dijalani dengan jatuh bangun, menjadi sekolah kehidupan yang membentuk mental dan integritasnya sebagai jurnalis.

Perjalanan berlanjut ke media cetak Koran Merdeka 45, tempat ia kembali memperdalam dasar-dasar jurnalistik selama dua tahun. Proses panjang ini menjadi fondasi kuat dalam menapaki dunia pers yang sarat tantangan dan tanggung jawab publik.

Takdir kembali berperan saat ia dipertemukan dengan sahabat lama semasa SMA, yang kini berkiprah sebagai jurnalis nasional di Jakarta. Dari obrolan sederhana di grup WhatsApp, lahirlah gagasan besar membangun media online dan perusahaan penopangnya.

Dari sinilah berdiri KOMPAS86.com dan PT Indonesia Monitoring News, sebuah wadah media yang menjadi rumah bagi jurnalis-jurnalis muda dari berbagai daerah di Nusantara. Media tersebut tumbuh dan berkembang, hingga pada waktunya masing-masing memilih jalan dan visi yang berbeda.

Dengan semangat yang sama, A. Qosim kemudian mendirikan MediaLiputan6.com, media yang dibangun dari kerja keras, keyakinan, serta doa. Meski tidak lagi berada dalam satu kapal, silaturahmi dan kolaborasi tetap terjaga melalui PT Indonesia Monitoring News sebagai ruang kebersamaan dan penguatan insan pers.

Bagi A. Qosim, perjalanan ini bukan tentang mengejar ketenaran atau menjadi tokoh besar. Melainkan tentang keberanian memulai dari titik nol, keteguhan bertahan di tengah keterbatasan, dan keyakinan untuk terus melangkah meski jalan terasa sepi.

“Di usia berapa pun, tak ada yang mustahil. Kadang yang kita butuhkan untuk memulai bukanlah pengalaman, tetapi keyakinan bahwa kita bisa,” ujarnya.

Pewarta: A. Qosim

Berita Terkait