Makassar — PelindungNegeri.my.id – 30 Januari 2026 – Aktivis sekaligus jurnalis senior, Fitriyani, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Broadcaster Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar ini resmi meraih gelar Doktor (S3) bidang Ilmu Pendidikan dari Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan predikat cumlaude, sekaligus tercatat sebagai doktor pendidikan ke-326 yang dilahirkan UNM.
Capaian akademik tersebut bukan sekadar prestasi personal, melainkan refleksi dari dedikasi panjang Fitriyani dalam memperjuangkan pendidikan, literasi, dan pembangunan karakter masyarakat melalui jalur media penyiaran.
Dalam disertasinya yang berjudul “Pengembangan Konten Siaran Radio dalam Mencegah Perilaku Bullying pada Masyarakat Lorong”, Fitriyani menegaskan peran strategis radio sebagai medium edukasi publik yang masih relevan dan efektif, khususnya dalam membangun kesadaran sosial di tingkat komunitas akar rumput.

Penelitian ini mengulas bagaimana konten siaran radio yang dirancang secara edukatif dan berorientasi pada pendidikan karakter mampu menjadi instrumen pencegahan perilaku bullying, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat. Isu tersebut dinilai sangat kontekstual dengan tantangan sosial Indonesia saat ini, di mana praktik perundungan dan kekerasan sosial masih kerap terjadi, terutama di kalangan generasi muda.
Tidak berhenti pada pendekatan teoretis, disertasi ini juga menawarkan model dan rekomendasi praktis bagi pengelola media, pendidik, serta pemangku kebijakan dalam merancang konten siaran yang berdampak langsung pada perubahan perilaku sosial masyarakat.
“Meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude adalah anugerah besar. Namun lebih dari itu, perjalanan ini saya maknai sebagai ikhtiar agar hasil riset dapat memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Fitriyani dengan penuh haru.
Ia berharap temuannya dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah, institusi pendidikan, dan insan media dalam merumuskan kebijakan serta program berbasis riset, khususnya dalam upaya pencegahan bullying dan penguatan literasi publik.
Ke depan, Fitriyani menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan riset lanjutan serta memperluas kolaborasi lintas sektor—baik dengan pemerintah maupun lembaga pendidikan—demi mendorong lahirnya kebijakan publik yang berorientasi pada pembangunan manusia dan peningkatan kualitas pendidikan nasional. (L.I. 79)

