Februari 26, 2026

Jembatan Kayu Rusak Parah, Akses Warga Desa Senangan Kecil Terancam Terputus

pelindungnegeri.my.id

Sintang, Kalimantan Barat
Kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman Kabupaten Sintang kembali memprihatinkan. Sebuah jembatan kayu yang berada di Desa Senangan Kecil, Kecamatan Ketungau Tengah, dilaporkan mengalami kerusakan parah dan dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan dokumentasi yang diambil pada Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 08.01 WIB, terlihat lantai jembatan dari papan kayu sudah lapuk, patah, dan sebagian amblas. Beberapa papan bahkan terlepas dari rangka, meninggalkan celah besar yang berisiko tinggi bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas.
Jembatan kayu tersebut merupakan akses utama penghubung antarwilayah desa, yang setiap hari digunakan warga untuk berbagai aktivitas vital, mulai dari distribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi, hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan. Jalan tanah yang terhubung dengan jembatan ini juga menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat setempat.
Dalam salah satu dokumentasi, tampak seorang warga berdiri di sekitar jembatan sambil mengamati kondisi bangunan yang kian memprihatinkan. Hal ini mencerminkan kekhawatiran warga terhadap keselamatan, terlebih saat musim hujan, ketika permukaan kayu menjadi licin dan kondisi tanah di sekitar jembatan semakin labil.
Menurut keterangan warga, kerusakan jembatan tidak terjadi secara tiba-tiba. Usia bangunan yang sudah lama, sering dilalui kendaraan bermuatan berat, serta minimnya perawatan, membuat struktur kayu semakin rapuh dan tidak lagi layak digunakan.
“Kalau hujan, kami sangat takut lewat sini. Salah sedikit bisa jatuh ke bawah,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Saat ini, warga terpaksa melintasi jembatan dengan ekstra kehati-hatian, bahkan sebagian memilih memutar melalui jalur yang lebih jauh demi menghindari risiko kecelakaan. Kondisi ini sangat menyulitkan, khususnya bagi kendaraan pengangkut hasil kebun seperti karet dan kelapa sawit, karena menambah waktu tempuh dan biaya operasional.
Masyarakat Desa Senangan Kecil mendesak pemerintah daerah agar segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan dan mengambil langkah cepat, baik melalui perbaikan darurat maupun pembangunan jembatan permanen.
Warga khawatir, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius, akses jalan bisa terputus total, yang pada akhirnya akan menghambat roda perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat desa.
Kerusakan jembatan ini menjadi potret nyata belum meratanya pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Keselamatan warga dan kelancaran akses antarwilayah seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penerbit: DUMIYANTO

Berita Terkait