Februari 23, 2026

Reses Masa Persidangan II 2026, Ariston Serap Aspirasi Warga Desa Tanjungkulon Kajen

oplus_32

PEKALONGAN (Jateng),Pelindungnegeri.my.id.Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKS, Ariston, melaksanakan kegiatan reses masa persidangan II tahun 2026 di Desa Tanjungkulon pada Selasa,10/2/2026. Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang hadir untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan di wilayahnya.

Dalam reses tersebut, Ariston menyampaikan bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat menjadi ruang penting untuk berdiskusi secara langsung dan menyerap aspirasi nyata warga, baik yang berada di wilayah kota maupun kabupaten.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat baik. Mereka senang karena aspirasinya bisa disampaikan langsung, didiskusikan, dan dicari solusinya bersama,” ujar Ariston.

Berbagai usulan disampaikan warga, mulai dari perbaikan jalan, pembangunan jembatan, sarana pendidikan, hingga penguatan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Menurut Ariston, seluruh aspirasi tersebut akan dihimpun dan disesuaikan dengan skala prioritas pembangunan.

Ia menegaskan, sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah dalam pidato resmi kepada seluruh 120 anggota DPRD Provinsi, aspirasi masyarakat harus diwujudkan dalam program yang berdampak nyata, khususnya pembangunan fisik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Prioritas aspirasi harus berupa wujud nyata, bukan kegiatan yang kurang berdampak. Harus kelihatan hasilnya dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Ariston juga menyinggung persoalan banjir di wilayah Pekalongan Barat, yang sebelumnya sempat terjadi ketegangan komunikasi antarwarga akibat sistem buka-tutup aliran air. Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS), dijelaskan bahwa kawasan tersebut membutuhkan penambahan pompa air berkapasitas 2,5 meter untuk penanganan banjir.

“Pompa memang sudah ada lima unit, tetapi belum mencukupi. Warga meminta agar pompa tambahan bisa direalisasikan. Karena keterbatasan aspirasi, saya akan mencoba mengomunikasikan dengan dinas terkait seperti PSDA atau PUPR, termasuk kemungkinan kolaborasi lintas wilayah,” jelas Ariston.

Ia menambahkan, reses yang dilaksanakan di beberapa wilayah seperti Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Kota Pekalongan diharapkan dapat menjadi dasar pengusulan program pada tahun berjalan maupun tahun anggaran berikutnya, meskipun ada beberapa aspirasi yang harus mengalami penyesuaian akibat perubahan teknis administrasi.

“Harapannya, kebutuhan mendesak masyarakat seperti penanganan banjir ini bisa segera diaplikasikan. Mudah-mudahan tahun ini ada solusi konkret,” pungkasnya.mty

Berita Terkait