Cianjur, JABAR, Pelindung negeri.my.id- Suasana religius terasa hangat di lingkungan SD Negeri Pasirhayam, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, saat sekolah tersebut menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan dengan melibatkan seluruh warga sekolah.
Acara dihadiri Koordinator Pendidikan Kecamatan Cilaku H. Abdul Aziz, S.Pd., M.M., Pengawas Pendidikan Agama Yayat Nurhayat, S.Pd., M.M., para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa dari kelas satu hingga kelas enam. Peringatan ini menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus penguatan nilai keislaman bagi para peserta didik.
Kegiatan dibuka dengan berbagai penampilan seni religi dari para siswa. Lantunan sholawat, hafalan doa, dan kreasi islami lainnya ditampilkan secara bergantian, menciptakan suasana syahdu sekaligus membangkitkan antusiasme peserta.
Kepala SDN Pasirhayam, Subhan Jaelani, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa momen Isra Mi’raj harus dijadikan pengingat pentingnya menjaga ibadah salat dan membangun akhlak yang baik sejak usia dini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua dan komite sekolah atas dukungan penuh sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan lancar.
“Peringatan ini merupakan hasil kebersamaan dan musyawarah bersama orang tua siswa. Semoga menjadi langkah positif dalam membentuk karakter anak-anak kita,” ujarnya.Dalam kesempatan yang sama, Pengawas Pendidikan Agama Yayat Nurhayat, S.Pd., M.M., mengajak seluruh siswa untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta disiplin menjalankan salat lima waktu. Menurutnya, salat memiliki peran penting dalam mencegah perbuatan tercela.
Sebagai acara inti, tausiah disampaikan oleh dai muda, Ustazah Riska. Dengan metode interaktif dan media boneka bernama Riri, ia mampu menarik perhatian siswa sehingga materi keagamaan dapat diterima dengan mudah dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami sejarah Isra Mi’raj, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Reporter: Ida. S

