DARURAT PELAYAN! 1 KAPAL LAWAN RATUSAN KENDARAAN: PELABUHAN RORO TANJUNG BUTON LUMPUH 3 HARI

SIAK,pelindungnegeri.my.id – Pelabuhan RORO Mengkapan Tanjung Buton lumpuh. Ratusan kendaraan roda empat dan roda enam tujuan Batam menumpuk tanpa kepastian sejak Rabu [1/7/2026]. Penyebabnya satu: PT ASDP hanya operasikan 1 kapal dari 2 armada yang seharusnya.[Persero]

Ketua DPW PWO Dwipa Kepri Dukung Penuh Langkah Tegas Bea Cukai Batam Berantas Peredaran Rokok Ilegal

Pelayanan amburadul ini langsung bikin ekonomi macet dan penumpang tersiksa.

*Antrean Mengular, KMP Wira Loewisa Hilang*

Jalur vital Tanjung Buton–Batam normalnya dilayani 2 armada: KMP Lome dan KMP Wira Loewisa. Fakta di lapangan: hanya KMP Lome yang beroperasi.

Akibatnya? Antrean kendaraan membludak. Arus barang dan orang ke Batam, Kepulauan Riau, terhenti.

“Kami sudah tiga hari menunggu di Pelabuhan RORO Mengkapan Tanjung Buton tujuan Batam ini. Belum juga ada kepastian berangkat, karena kendaraan yang mengantre sebelum kami pun hingga saat ini masih banyak yang belum terangkut,” keluh seorang pengendara roda empat asal Medan.

*Sopir Teriak Rugi: “Buah Busuk, Uang Jalan Bengkak”*

Korban terbesar: logistik. Sopir truk roda enam mengaku rugi besar karena keterlambatan.

“Barang angkutan buah kami berisiko busuk di jalan dan uang jalan kami otomatis menjadi bengkak,” berondongnya kecewa.

Dampaknya berantai: harga pangan bisa naik, rantai pasok ke Batam terganggu.

*Fasilitas Pelabuhan Dicap “Jorok dan Tidak Terawat”*

Siksaan belum selesai. Penumpang juga dihantam buruknya fasilitas. Ruang tunggu tidak nyaman. Toilet pelabuhan disebut jorok dan tidak terawat.

PRAKTISI HUKUM GEBRAK KASUS IBU KORBAN BULLYING JADI TERSANGKA: “HUKUM BUKAN DRAMA PASAL, PAKAI NURANI!”

Masyarakat menuntut: ini bukan sekadar antrean, ini soal harkat manusia.

*Kemenhub Diminta Evaluasi ASDP Sekarang Juga*

Publik mendesak Kementerian Perhubungan segera turun tangan dan evaluasi menyeluruh manajemen PT ASDP di lintas Tanjung Buton–Batam.

“Harus ada perhatian serius agar roda ekonomi dan mobilitas warga tidak terus dirugikan,” tegas pengguna jasa.

Sesuai Kode Etik Jurnalistik Pasal 3, redaksi membuka ruang hak jawab 1×24 jam kepada PT ASDP Cabang Tanjung Buton dan Kemenhub untuk menjelaskan:

1. Alasan KMP Wira Loewisa tidak beroperasi.

2. Solusi percepatan antrean ratusan kendaraan.

3. Perbaikan fasilitas ruang tunggu dan toilet pelabuhan.[Persero]

Negara hadir lewat layanan publik. Jika pelabuhan vital saja dikelola setengah hati, siapa yang rugi? Rakyat.

 

Berita Terkait